MANDUTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan MAN 2 Tulungagung di tingkat nasional. Keikutsertaan dalam ajang EXTRANAS VIII 2026 (Expo dan Rapat Kerja Nasional Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dan MAKN) di Sport Center Lamongan menghasilkan tiga penghargaan sekaligus. Kontingen MAN 2 Tulungagung berhasil meraih Juara 2 Robotik kategori Line Maze, Juara Perak Lomba Video Profil, serta Juara Stand kategori Instagramable. Tiga capaian tersebut menjadi kabar membanggakan sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran keterampilan di madrasah mampu melahirkan karya yang kompetitif di tengah peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
EXTRANAS VIII 2026 digelar di Kabupaten Lamongan dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 10–13 September 2026. Sport Center Lamongan menjadi salah satu pusat kegiatan expo dan berbagai agenda nasional tersebut. Kegiatan yang mengusung semangat “Berdaya Saing Global, Berkarakter Lokal” ini mempertemukan madrasah dari berbagai daerah untuk menampilkan potensi, inovasi, keterampilan, dan karya unggulan peserta didik. Pemerintah Kabupaten Lamongan menyebut EXTRANAS ke-8 diikuti 137 lembaga pendidikan dari 19 provinsi di Indonesia, sehingga ajang ini sekaligus menjadi ruang bagi madrasah untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring, dan berbagi praktik baik dalam pengembangan pendidikan.

Di tengah persaingan tersebut, MAN 2 Tulungagung tampil dengan kekuatan pada beberapa bidang yang sekaligus mencerminkan keberagaman keterampilan peserta didiknya. Pada bidang teknologi, tim robotik MAN 2 Tulungagung berhasil mengamankan Juara 2 kategori Line Maze. Kompetisi ini menuntut ketepatan, kemampuan teknis, strategi, serta ketenangan dalam mengendalikan robot untuk menyelesaikan lintasan yang telah ditentukan. Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa keterampilan teknologi yang dikembangkan di MAN 2 tidak hanya berhenti pada pembelajaran, tetapi dapat diuji dalam kompetisi bersama peserta dari berbagai madrasah di tingkat nasional.
Prestasi kedua datang dari bidang multimedia melalui Lomba Video Profil. Karya yang dibawa MAN 2 Tulungagung berhasil memperoleh Juara Perak. Pencapaian ini memperlihatkan kemampuan murid dalam mengolah gagasan menjadi karya audiovisual yang mampu merepresentasikan identitas, program, potensi, dan kehidupan madrasah melalui bahasa visual. Di tengah perkembangan media digital yang begitu cepat, keterampilan seperti pengambilan gambar, penyusunan cerita, penyuntingan video, hingga kemampuan menyampaikan pesan menjadi bagian penting yang terus diasah oleh murid.
Tidak berhenti pada kompetisi robotik dan video profil, kreativitas murid MAN 2 Tulungagung juga mendapat apresiasi melalui Juara Stand kategori Instagramable. Stand yang ditampilkan pada area expo dirancang dengan memadukan unsur tradisional dan sentuhan modern sehingga mampu menciptakan tampilan yang menarik bagi pengunjung. Berbagai karya hasil pembelajaran keterampilan murid turut ditampilkan, mulai dari desain batik, sablon gelas, sablon tumbler, hingga karya video berbasis Virtual Reality (VR) yang dikembangkan oleh siswa ANTARIKSA. Perpaduan karya tersebut membuat stand MAN 2 Tulungagung tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga menjadi gambaran bagaimana kreativitas, keterampilan, budaya, dan teknologi dapat dipertemukan dalam satu karya.



Kehadiran karya-karya murid tersebut mendapat perhatian dari pengunjung expo. Produk keterampilan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan sehari-hari dipadukan dengan karya digital dan teknologi sehingga memberikan pengalaman yang beragam bagi pengunjung. Konsep tersebut juga sejalan dengan semangat EXTRANAS yang tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi menjadi ruang bagi madrasah untuk memperkenalkan keunggulan dan inovasi masing-masing kepada masyarakat serta peserta dari berbagai daerah. Sejumlah publikasi resmi Kemenag mengenai EXTRANAS 2026 juga menunjukkan bahwa berbagai madrasah membawa karya keterampilan, video profil, teknologi, dan inovasi siswa dalam ajang nasional tersebut.
Bagi MAN Tulungagung, tiga penghargaan tersebut memiliki arti penting karena lahir dari bidang yang berbeda. Robotik menunjukkan kemampuan siswa dalam teknologi dan pemecahan masalah, video profil menunjukkan kemampuan dalam komunikasi visual dan kreativitas, sedangkan penghargaan stand Instagramable menunjukkan kemampuan mengemas karya agar memiliki daya tarik dan nilai presentasi. Ketiganya menjadi bukti bahwa potensi siswa dapat tumbuh melalui berbagai jalur, sesuai dengan minat, bakat, dan pengalaman belajar yang mereka jalani di madrasah.
Kepala MAN 2 Tulungagung, Muhamad Dopir, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Tiga penghargaan yang diraih dalam EXTRANAS 2026 ini menjadi kebanggaan bagi madrasah sekaligus menjadi bukti bahwa kerja keras dan kreativitas murid mampu menghasilkan prestasi di tingkat nasional. Kami memberikan apresiasi kepada seluruh siswa, guru pembimbing, pendamping, dan tim yang telah bekerja bersama sejak persiapan hingga pelaksanaan. Bagi kami, yang paling penting bukan hanya piala yang dibawa pulang, tetapi pengalaman yang diperoleh anak-anak selama berproses, berkompetisi, bekerja sama, dan membawa nama baik MAN 2 Tulungagung di hadapan madrasah-madrasah dari berbagai daerah,” tuturnya.
Capaian di Lamongan juga menjadi bagian dari ikhtiar Kemenag Tulungagung dalam mendorong madrasah agar terus mengembangkan potensi peserta didik melalui pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Kreativitas, keterampilan teknologi, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, dan keberanian menampilkan karya menjadi bekal penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan masa depan. Semangat tersebut sejalan dengan perhatian Kemenag Jawa Timur terhadap penguatan madrasah yang mampu mengembangkan potensi peserta didik sekaligus mempertahankan karakter dan identitas lokal.

Tiga penghargaan dari EXTRANAS 2026 akhirnya tidak sekadar menjadi deretan piala bagi MAN 2 Tulungagung. Di balik setiap penghargaan terdapat proses panjang siswa dalam belajar, mencoba, gagal, memperbaiki, dan kembali menghasilkan karya. Dari lintasan robotik, layar video profil, hingga stand expo yang menarik perhatian pengunjung, semuanya menunjukkan bahwa karya siswa akan menemukan ruangnya ketika diberi kesempatan untuk tumbuh.
Bagi siswa MAN 2 Tulungagung, kemenangan ini adalah awal untuk melangkah lebih jauh. Jangan berhenti setelah mendapatkan penghargaan, karena prestasi terbaik bukan hanya tentang menjadi juara, melainkan tentang keberanian untuk terus belajar dan menciptakan sesuatu yang lebih baik. Teruslah berkarya, berani mencoba, dan jangan takut membawa ide dari madrasah ke panggung yang lebih luas. Karena dari tangan siswa yang mau belajar dan bekerja keras, nama MAN 2 Tulungagung akan terus hadir melalui karya-karya yang membanggakan.

